Channelindonesiatv.com, SURABAYA
- PT Pelindo
Marine Service (Pelindo Marine), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Shipyard &
Dredging (MEPS), menggelar pembekalan keselamatan kerja bagi kadet atau
taruna pelayaran secara daring pada Senin (13/7).
Kegiatan ini
menjadi bagian dari program praktik laut yang memberikan kesempatan kepada
calon pelaut untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di atas Kapal Tunda dan
Kapal Pandu yang beroperasi di 55 wilayah kerja Pelindo Marine, mulai dari
Malahayati hingga Merauke. Pembekalan ini bertujuan untuk memastikan para kadet
memahami aspek keselamatan kerja (safety), budaya kerja, serta standar
operasional sebelum ditempatkan di atas kapal.
Pembinaan kadet di lingkungan Pelindo Marine ini
merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan maritim yang
berkesinambungan. Dalam 1 tahun terakhir, Pelindo Marine telah menerima dan
meluluskan 195 kadet dari puluhan sekolah kemaritiman di seluruh Indonesia.
Lia Indi Agustiana, Direktur Keuangan, SDM, dan
Manajemen Risiko PT Pelindo Marine Service menjelaskan bahwa Pelindo Marine
sebagai perusahaan penyedia jasa layanan marine turut serta dalam
pengembangan berkelanjutan untuk mencetak generasi pelaut tangguh masa depan.
“Pelaut merupakan garda terdepan operasional logistik dan keselamatan
pelayaran. Kami terbuka untuk memfasilitasi proses belajar adik-adik kadet
sehingga bisa mencapai cita-citanya sebagai pelaut yang baik dan andal di masa
depan.” jelas Lia.
Sementara itu pada kesempatan pembekalan dan safety
briefing, Dhani Wijaya Sakti, Manajer Sistem Manajemen dan K3L PT Pelindo
Marine Service menjelaskan pentingnya disiplin keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) kepada para kadet sebagai bekal budaya keselamatan sejak dini.
“Ada beragam potensi bahaya di atas kapal, sehingga
penting untuk menerapkan kedisiplinan prosedur dan kesadaran K3 untuk mencegah
kecelakaan kerja. Selain itu, kami juga mendorong partisipasi aktif kadet dalam
kegiatan safety drill untuk melatih keandalan penanganan risiko.”
jelasnya. “Alat Pelindung Diri (APD) wajib dikenakan sesuai aturan keselamatan.
Jangan lupa dengan risiko ‘TER’. Ter-potong, Ter-bakar, Ter-tusuk.” tegas
Dhani.
Dukungan atas pembelajaran kadet salah satunya
dilaksanakan di kapal tunda Pelindo Marine, KT. BIMA 315 yang beroperasi di
Tanjung Perak, Surabaya. Nakhoda KT. BIMA 315, Galuh Putranto menjelaskan,
bahwa kru kapal secara aktif mendukung proses pembelajaran kadet dengan
pengaturan waktu dan kompetensi sesuai formasi kru.
“Selama proses magang, para kru aktif dan
menyambut baik hadirnya kadet yang ingin belajar di kapal kami. Kami
memperkenalkan budaya kerja, peralatan navigasi, hingga permesinan kapal sehingga
kadet memiliki wawasan tentang operasional secara menyeluruh, mengisi gap antara
pelajaran di sekolah dan praktik di lapangan” jelas Galuh.
Ia juga menambahkan bahwa selama proses belajar,
prinsip keselamatan dan kesehatan kerja tak luput dari perhatian untuk
membangun budaya kerja yang profesional dan berstandar keselamatan. “Kru kapal
kami juga tak segan untuk saling mengingatkan dan menegur bila ada hal yang
kurang aman, safety first.” tambahnya.
Arga, kadet dari SMK Negeri 1 Tarano di Sumbawa membagikan
pengalamannya selama menjadi kadet bersama kru kapal tunda KT. BIMA 315.
“Banyak hal baru yang saya pelajari dari praktik kerja di sini. Selalu ada
tantangan, wawasan, serta pengalaman berkesan yang menjadi pembelajaran bagi
saya agar menjadi pelaut yang baik nantinya.” Ujar Arga.
“Salah satu
pengalaman yang berkesan adalah saat saya hampir terpeleset karena terlalu
bersemangat, kemudian ditegur oleh kru supaya lebih sadar akan lingkungan dan
potensi bahaya agar saat bekerja tetap selamat.” ungkapnya.
Sementara itu,
Kepala SMK Negeri 1 Tarano, Drs. Andi Fausih A.R., memberikan apresiasi atas
program praktik laut yang diselenggarakan Pelindo Marine dan berharap kerja
sama ini dapat berlanjut hingga periode-periode mendatang.
“Jika dilihat
dari Kota Surabaya, sekolah kami berada jauh di Kabupaten Sumbawa, Provinsi
NTB. Kami sangat mendorong anak didik kami untuk melakukan pengayaan wawasan
maritim dengan mencari pengalaman ke luar daerah sekaligus menempa kedisplinan,
ilmu, dan adaptabilitas untuk melatih kesiapan menghadapi dinamika dan luasnya
dunia maritim. Kami harap kerja sama ini bisa berlanjut untuk adik-adik Arga
dari SMKN 1 Tarano berikutnya, dan Pelindo Marine selalu membuka pintunya untuk
berkolaborasi dengan dunia pendidikan,” ujarnya.
Pelindo Marine mendukung proses pendidikan maritim,
termasuk untuk para kadet yang menjalani praktik kerja lapangan. Pendampingan
dan mentorship yang diberikan menjadi sarana untuk memfasilitasi
pengembangan kompetensi, karakter, dan profesionalisme kadet sebagai bekal
menghadapi dunia kerja. Menyiapkan talenta maritim muda sebagai calon pelaut
yang tangguh, andal, dan siap menghadapi tantangan di industri maritim masa
depan.
(Erlita/Redaksi CI-TV.Com).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar