JAKARTA (Channelindonesiatv.com) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan tenggat hingga September 2026 untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Jika dalam waktu tersebut tidak terlihat perubahan yang signifikan, opsi paling ekstrem disebut telah disiapkan pemerintah.
Menurut Purbaya, skenario yang dibahas adalah membubarkan DJBC dan mengalihkan fungsi inspeksi kepada Société Générale de Surveillance (SGS), perusahaan inspeksi asal Swiss. Pernyataan itu disampaikan saat dirinya menjadi narasumber di kanal YouTube Denny Sumargo.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden sempat menginginkan langkah pembubaran dilakukan lebih cepat, namun akhirnya memberikan kesempatan terakhir agar pembenahan internal bisa dilakukan terlebih dahulu.
Purbaya menegaskan kesempatan tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan reformasi besar di tubuh Bea Cukai. Ia mengaku ingin menyelamatkan institusi sekaligus memperhatikan nasib ribuan pegawai yang berpotensi terdampak apabila skenario pembubaran benar-benar dijalankan.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai pembubaran DJBC, sehingga realisasi langkah tersebut akan bergantung pada hasil evaluasi pemerintah terhadap proses pembenahan yang sedang berlangsung.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar