Channelindonesiatv.com, CILEGON - PT
Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten melaksanakan kegiatan
Konservasi Terumbu Karang pada hari Kamis, 16 Juli 2026 di kawasan Pulau Merak
Besar, Kota Cilegon. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini
diselenggarakan sebagai salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga
ekosistem laut di perairan Banten yang juga akan berdampak positif pada kehidupan
masyarakat sekitar.
Dalam pelaksanaannya, Pelindo Regional
2 Banten berkolaborasi dengan lembaga sosial kemanusiaan LAZ Harapan Dhuafa
(LAZ Harfa). Program ini diinisiasi sebagai bentuk respons atas kondisi
ekosistem laut di sekitar Pulau Merak Besar yang mengalami penurunan, khususnya
terumbu karang yang berperan krusial sebagai habitat ikan dan biota laut, serta
sebagai penyerap karbon dioksida yang sangat efektif.
Acara ini dihadiri langsung oleh
jajaran manajemen PT Pelindo, di antaranya Senior Manager Hukum & Humas
Regional 2 Dany Syuhada, Manager Keuangan & SDM Donny Heryawan Setyaputra,
serta Manager Komersial Endin Oktaviana. Dari pihak mitra pelaksana, hadir
Direktur Utama LAZ Harfa H. Abdul Rafur, S.I.Kom, M.Si, beserta jajaran direksi
LAZ Harfa lainnya.
Turut hadir memberikan dukungan penuh
dari jajaran pemangku kepentingan tingkat daerah dan mitra perusahaan, antara
lain Risnawati dari Bidang Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil Dinas Kelautan dan
Perikanan Provinsi Banten, perwakilan KSOP Kelas 1 Banten, Basarnas Banten,
Polres Cilegon, LANAL Banten, Camat Pulomerak serta stakeholder lainnya
termasuk elemen masyarakat pegiat lingkungan.
General Manager PT Pelindo Regional 2
Banten, Benny Ariadi, menyampaikan bahwa inisiatif konservasi ini
dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga daya dukung lingkungan perairan yang
berdampak langsung pada kehidupan nelayan di perairan strategis Selat Sunda.
"Program Transplantasi Terumbu
Karang ini adalah wujud nyata kontribusi Pelindo terhadap pelestarian ekosistem
laut di wilayah Banten. Kami menyadari bahwa penurunan kualitas terumbu karang
sangat berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan nelayan akibat rusaknya
habitat ikan. Melalui upaya rehabilitasi ini, kami berharap kawasan Pulau Merak
Besar dapat kembali menjadi habitat biota laut yang sehat, sehingga mampu
mendukung perekonomian nelayan lokal sekaligus membuka potensi pengembangan
ekowisata bahari yang berkelanjutan di masa depan," ujar Benny Ariadi.
Langkah konservasi yang diambil adalah
melalui metode transplantasi atau pencangkokan karang hidup menggunakan media
rak berbentuk jaring laba-laba atau web spider. Total transplantasi yang
direalisasikan mencapai 225 paket, yang di dalamnya sudah mencakup penyulaman
sebesar 10%.
Selain berfokus pada aspek perbaikan
lingkungan biotik, program ini juga menitikberatkan pada pemberdayaan
masyarakat. Pelindo dan LAZ Harfa secara aktif melibatkan pemuda dan kelompok
nelayan setempat dalam proses sosialisasi, pelatihan, hingga tahap pembuatan
dan penurunan rak transplantasi ke bawah laut. Langkah pemberdayaan ini sejalan
dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development
Goals/SDGs), khususnya pemenuhan target pada pilar ke-14 tentang Ekosistem
Lautan, pilar ke-4 tentang Pendidikan Bermutu, dan pilar ke-17 tentang
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui sinergi lintas sektoral ini,
Pelindo Regional 2 Banten berharap upaya konservasi di Pulau Merak Besar dapat
meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar untuk terus melestarikan lingkungan.
Pelindo Regional 2 Banten juga akan terus berkomitmen untuk menjaga dan
berkontribusi dalam berbagai upaya untuk menjaga kualitas lingkungan di wilayah
operasional kerja.
(Erlita/Redaksi CI-TV.Com).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar